Deretan Penginapan di Situ Cileunca, Mulai Camping hingga Villa

Situ Cileunca (sumber: situ-cileunca.com)
Situ Cileunca (sumber: situ-cileunca.com)

Bagi mereka yang sering berlibur ke Bandung, pasti sudah tidak asing lagi dengan Situ Cileunca. Ini adalah kawasan wisata tepi danau yang berlokasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, menawarkan panorama alam yang eksotis, didukung sejumlah wahana wisata menarik lainnya. Untuk mereka yang datang dari luar kota, juga tidak usah risau memikirkan penginapan karena pengelola sudah menawarkan sejumlah tempat , mulai ground hingga akomodasi sekelas villa dengan tarif yang dapat dikatakan cukup hemat.

Pangalengan sendiri adalah sebuah wilayah yang terletak di Kabupaten Bandung dan terkenal sebagai pusat peternakan sapi perah. Bahkan, usaha peternakan sapi perah di kawasan ini sudah ada sejak awal abad ke-20 ketika Indonesia masih dijajah oleh . Kala itu, terdapat beberapa peternakan, antara lain Friesche Terp, Almanak, Van Der Els, dan Big Man, yang hasilnya dipasarkan oleh Bandoengsche Melk Center (BMC).[1]

Bacaan Lainnya

Seiring waktu, tidak hanya peternakan sapi yang ditawarkan Pangalengan. Ketika Anda memutuskan liburan ke daerah ini, Anda dapat menemukan banyak spot populer lainnya seperti Curug Bangku, Hutan Pinus Rangong, Kampung Singkur, Bukit Gunung Nini, Penangkaran Rusa, Sungai Palayangan, Gunung Puntang, Pemandian Air Panas Cibolang, Perkebunan Teh Cukul, dan tentu saja Situ Cileunca.

Lokasi Situ Cileunca

Seperti namanya, Situ Cileunca berada di Jalan Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung atau sekitar dua jam berkendara dari pusat Kota Kembang. Apabila berangkat dari luar kota, bisa menggunakan pintu keluar Tol Soreang (Soroja) untuk mengakses tempat wisata ini. Dari pintu tol tersebut, perjalanan menuju Situ Cileunca sekitar 25 menit dengan berkendara saat lalu lintas normal.

Situ Cileunca merupakan danau buatan yang dibangun Belanda pada tahun 1926 untuk keperluan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. Seiring waktu, tidak cuma untuk keperluan listrik, Situ Cileunca telah berkembang sebagai kawasan wisata tepi danau, yang memiliki pemandangan alam yang indah, yang didukung dengan atraksi wisata berupa arung jeram, perahu dayung dan perahu mesin, serta sejumlah spot menarik seperti jembatan cinta, perkebunan buah, perkebunan teh, hingga camping ground.[2]

Ada banyak wahana yang dapat Anda coba untuk merasakan sensasi berbeda dalam menikmati danau. Bagi Anda yang suka tantangan, Anda bisa bermain wahana arung jeram atau rafting. Selain itu, wisata alam Situ Cileunca juga menawarkan seperti flying fox, Pangalengan tour, fun off-road, mountain biking, archery, hingga permainan paintball serta paket outbound fun .

Danau Situ Cileunca (sumber: sikidang.com)

Harga Tiket Situ Cileunca

di Situ Cileunca Harga Tiket Masuk
Situ Cileunca Rp6.000 per orang
Teras Danau Rp12.500 per orang
Shifa Camping Rp10.000 per orang
Cileunca Lakeside Rp15.000 per orang
Hutan Pinus Rahong Rp10.000 per orang
Kampung Singkur Rp10.000 per orang
Wisata Kebun Situ Cileunca Rp10.000 per orang
Jembatan Situ Cileunca Gratis

Sementara itu, apabila wisatawan hendak mencoba wahana permainan yang ditawarkan pengelola, akan dikenakan biaya tambahan di luar tiket masuk. Tarif arung jeram atau rafting misalnya, sebesar Rp135 ribu per orang, tarif paintball sebesar Rp85 ribu per orang, tarif flying fox sebesar Rp25 ribu per orang, tarif offroad Land Rover sebesar Rp260 ribu per orang, tarif archery sebesar Rp115 ribu per orang, dan tarif river tubing sebesar Rp50 ribu per orang.

Lalu, bagaimana dengan masalah penginapan? Seperti disampaikan di atas, wisatawan tidak perlu risau karena pengelola juga sudah menyediakan tempat inap representatif. Pelancong dapat memilih camping jika ingin lebih menyatu dengan alam atau di villa. Harga sewanya tentu saja bervariasi, tergantung tipe akomodasi dan fasilitas yang disediakan.

Camping Situ Cileunca – id.pinterest.com

Harga Penginapan di Situ Cileunca

Tipe Penginapan Tarif
Paket Camping Cileunca 1 Rp225.000 per orang
Paket Camping Cileunca 2 (termasuk rafting/arung jeram) Rp360.000 per orang
Paket Camping Cileunca 3 (termasuk rafting/arung jeram dan flying fox) Rp385.000 per orang
Paket Menginap Cileunca 1.A (2 hari 1 malam) Rp400.000 per orang
Paket Menginap Cileunca 1.B (2 hari 1 malam) Rp415.000 per orang
Paket Menginap Cileunca 2.A (2 hari 1 malam) Rp435.000 per orang
Paket Menginap Cileunca 2.B (2 hari 1 malam) Rp450.000 per orang
Paket Menginap Cileunca 3.A (2 hari 1 malam) Rp480.000 per orang
Paket Menginap Cileunca 3.B (2 hari 1 malam) Rp520.000 per orang

Informasi harga sewa paket camping dan paket menginap di atas kami rangkum dari situs dan brosur resmi Situ Cileunca. Perlu Anda catat bahwa biaya paket menginap tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lengkap atau melakukan reservasi, Anda dapat menghubungi nomor ponsel 0853 1888 8668 atau berkunjung ke alamat situ-cileunca.com.

Salah satu penginapan di Situ Cileunca (sumber: palayanganriver.com)

Penginapan Dekat Situ Cileunca

Nama Penginapan Tarif per Malam
Villa Hira Pangalengan Rp1.850.000
De Bloem Villa Rp2.000.000
Villa 559 Rp1.500.000 – Rp2.000.000
Group House Cileunca Bungalow : Rp750.000 – Rp850.000
Small Group : Rp1.100.000 – Rp1.350.000
Big Group : Rp5.500.000 – Rp6.000.000
Villa Mandalawangi 8 Tamu : Rp4.090.910
14 Tamu : Rp5.863.638

Informasi biaya sewa penginapan-penginapan di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk situs resmi pihak akomodasi dan bocoran sejumlah traveler. Perlu Anda ingat bahwa harga sewa akomodasi-akomodasi tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Biasanya, tarif sewa akan mengalami kenaikan saat akhir pekan dan musim liburan.

[1] Rosita dan Thema Hanif Pratama. 2015. Pengembangan Potensi Agrowisata (Studi Kasus di KPBS Pangalengan, Bandung, Indonesia). Jurnal Manajemen Resort & , Vol. 12(2).

[2]  Halim, Salsabila Azka Nadya dan Jenny Ernawati. 2017. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Kawasan Situ Cileunca sebagai Kawasan Wisata. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya, Vol. 5(4).

Pos terkait